Titik
Dalam sistem huruf hijaiyyah sebuah titik mempengaruhi makna. Bahkan tanpanya beberapa huruf tidak bs di baca. Tanda titik berjumlah satu, antara lain di berikan pada ba’ dan nun. Keduan huruf ini hampir sama persis kecuali letak titiknya.
Menurut riwayat sebelum diri dan semesta di ciptakan. Lebih dl Allah menciptakan kalam (Qs. 68: 1-6).
Titik nun melambangkan khazanah yg tersembunyi itu (kuntu kanzan makhfiyyan).
Titik nun lalu di turunkan sehingga ia tidak lagi di lingkupi oleh sebuah wadah, ketika itu nun berubah menjadi ba’ dg tujuan agar khazanahNya dapat di kenal (wa ahbabtu an u’rafu).
Setelah itu Allah menciptakan mahluk (fa khalaqtu al khalq) sehingga Dia dapat di kenali secara aktual sebab sudah ada pihak lain yg siap sedia secara kodrati mengenalNya.
Ketiga proses diatas dirangkum dalam hadits qudsi “kuntu kanzan makhfiyyan wa ahbabtu an u’rufu fa khalaqtu al khalq li ya’rifuni”
Semua menandakan bahwa Allah berkenan bahkan senang apabila tindakan, nama-nama dan sifat sifatNya di kenal dan di kenang manusia. Titik ba’ pada pangkal basmallah merupakan pintu gerbang & sekaligus gudang yg menyimpan segala khazanahNya

No comments:
Post a Comment